Penambahan Kuota Hingga 2 Ribu, Ade : Tenaga Guru Honorer di Garut Perlu di Perhatikan
Garut, tanganmedia - Wakil Ketua DPRD Jawa Barat (Jabar) Ade Ginanjar mendorong agar Pemkab beserta DPRD Garut dapat memperjuangkan guna menambah kuota bagi honorer guru di Kabupaten Garut.
Dorongan tersebut seiring dengan adanya pembahasan yang dilakukan oleh DPRD Kabupaten Garut bersama Forum Aliansi Guru dan Karyawan (Fagar) Kabupaten Garut.
"Sebagai warga Garut dan legislator di Jabar, saya tentunya sangat mendukung adanya keinginan FAGAR agar adanya penambahan kuota guru sebanyak 2000 orang," katanya, Rabu (27/3/24).
Menurutnya, dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara dijelaskan bahwa di tahun 2024, pemerintah tidak akan menerima atau mengangkat pegawai honorer mulai 2025 nanti.
"Hal tersebut tentunya membuat para honorer menangis terlebih kuota ASN dan PPPK di Kabupaten Garut tidak sesuai dengan kebutuhan yang ada," imbuhnya.
Diketahui, sebelumnya Pemerintah daerah telah mengusulkan jika pengangkatan ASN dan PPPK di Garut sebanyak 2.300 yang di antaranya 1.400 tenaga teknis dan 600 guru honorer.
"Usulan tersebut sesuai dengan aspirasi yang disampaikan FAGAR beberapa waktu lalu terhadap DPRD Jabar," ujar Ade Ginanjar.
Selain itu, selain memperjuangkan apa yang menjadi aspirasi para guru honorer dan para karyawan tersebut, Pemkab dan DPRD Garut juga perlu mempertimbangkan dari sisi anggaran.
"Memperjuangkan aspirasi itu harus dilakukan, namun perlu juga mengkaji anggaran sebelum akhirnya memutuskan adanya penambahan kuota," ungkapnya.
Sekedar informasi, kekinian aspirasi guru honorer yang dipimpin oleh FAGAR pun mendapatkan titik terang dengan adanya penyetujuan dari pimpinan DPRD Kabupaten Garut.
"Hasil audiensi FAGAR dengan DPRD Kabupaten Garut menyebutkan bahwa akan diajukan kepada eksekutif, dan saya secara peribadi sangat mendukung, guna keberlangsungan pendidikan di Garut," pungkasnya.***


Posting Komentar