Mampu Bertahan 7 Tahun, ini Bandara Yang Diresmikan Presiden Jokowi di Tasikmalaya
| Ade Ginajar Wakil Ketua DPRD Jawa Barat |
Bandung, tanganmedia - Bandara di Jawa Barat (Jabar) ini hanya bertahan selama 7 tahun setelah peresmiannya, padahal diketahui dana yang dikeluarkan untuk pembangunannya pun tidak sedikit.
Di beberapa daerah Indonesia ada bandara yang berhenti beroperasi atau mati suri hal ini dikarenakan sepinya penumpang, salah satunya bandara yang ada di Jabar yang dibuka pada tahun 2017 oleh Presiden Jokow.
"Bandara Wiriadinata yang berlokasikan di Tasikmalaya ini sempat berkembang pesat dan berhasil ikut mengembangkan perekonomian daerah sekitar," kata Wakil Ketua DPRD Jabar, Ade Ginanjar, Selasa (12/3/24).
Dengan adanya bandara ini bisa memangkas perjalanan Tasikmalaya-Jakarta yang awalnya menempuh waktu hingga 7-9 jam, kini hanya memakan waktu 50 menit saja.
"Pembangunan Bandara Wiriadinata mendapat bantuan dana sebesar Rp 20 miliar, dana itu berhasil diterapkan dengan beroperasinya bandara ditambah fasilitas penunjang lainnya seperti pagar," katanya.
Pada tahun 2017, Bandara Wiriadinata ini dibangun dengan landas pacu sepanjang 200 m x 30 m, pekerjaan levelling runway, penyempurnaan runaway strip, pengadaan dan pemasangan AFL serta catu daya listrik.
"Pekerjaan pengadaan dan pemasangan pagar pengaman bandara (350 m), pembangunan power house (120 m2) dan pembuatan building sign bandara," urainya.
Setahun setelah bandara tersebut beroperasi yakni tahun 2018, Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan akan kembali melakukan beberapa pekerjaan pembangunan konstruksi.
"Dana yang disiapkan sebesar Rp30 miliar, pekerjaan besar yang akan dilaksanakan adalah kelanjutan perpanjangan landas pacu 200 m x 30 m (termasuk box culvert, strip dan Resa)," ujar Ade.
"Sehingga landas pacu Bandar Udara Wiriadinata menjadi 1600 m x 30 m," sambungnya.
Selain dengan perpanjangan runway, pekerjaan lainnya dilakukan yakni dengan pembuatan taxiway 23 m x 75 m dan apron 80 m x 100 m, pembangunan gedung terminal 1.000 m2.
"Kemudian, pembuatan jalan akses ke terminal dan lahan parkir 2.500 m2, dan pekerjaan pengawasan pengembangan bandara," paparnya.
Pembangunan tersebut pun merupakan rencana aksi untuk menyikapi kebutuhan masyarakat priangan timur dan selatan akan perkembangan Bandara Wiriadinata yang terus meningkat.
"Keberadaan Bandara Wiriadinata ini ikut menumbuhkan perekonomian Tasikmalaya yang mencapai 6,7 persen pada tahun 2017 lalu," ucap Ade.
Sedangkan dari sisi komersial, tingkat keterisian pesawat ATR 72-500 yang dioperasikan maskapai Wings Air di bandara ini sudah mencapai 80 persen.
"Angka ini pun bukan karena tidak penuh tetapi karena keterbatasan panjang landasan sehingga pesawat tidak diizinkan memuat penuh penumpang," pungkasnya.***


Posting Komentar