BUMD Milik Pemprov Jabar di Garut Digarap Kejati, Ahmad Bilang Gini..
| Ahmad Hidayat Anggota DPRD Jawa Barat |
Bandung, tanganmedia.com - Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat menyoroti pencapaian kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang belum mencapai target maksimal. Mereka menilai tidak semua perusahaan daerah milik Provinsi Jawa Barat memberikan dividen besar.
Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat Ahmad Hidayat mengatakan, BUMD yang sudah memberikan keuntungan ini baru Bank bjb dan MUJ (Migas Utama Jabar), sedangkan perusahaan lainnya harus dilakukan evaluasi.
"Komisi III mengevaluasi kinerja BUMD yang dinilai masih belum optimal dalam mencapai targetnya untuk awal tahun 2024 ini," katanya, Rabu (10/4/24).
Adapun beberapa perusahaan BUMD Jawa Barat ini adah PT. Jasa Sarana, PT Agro Jabar, PT Jaswita, serta sederet perusahaan lainnya, perusahaan di luar Bank bjb dan MUJ belum bisa menghasilkan keuntungan maksimal untuk pemerintah provinsi."q
"Memang BUMD seperti bjb dan MUJ itu memberikan deviden atau keuntungan yang signifikan untuk Jawa Barat, namun perusahan-perusahaan yang lain kan masih belum memenuhi harapan," paparnya.
Ahmad menambahkan,seluruh pimpinan dan anggota di komisi III akan selalu mengawasi dan mendukung serta mencari dimana kendala dan permasalahan dari BUMD ini, DPRD beharap perusahaan daerah lainnya dapat memberikan kontribusi PAD yang maksimal untuk provinsi.
"Kami (Komisi III) akan selalu mengawasi dan mendorong serta bersama-sama akan mencari di mana letak kendala dan permasalahan yang mereka hadapi," ujar Ahmad.
Sebelumnya, kata Ahmad, Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin memastikan akan melakukan evaluasi terhadap kinerja BUMD Jawa Barat. Hal itu disampaikan usai adanya kasus korupsi pemberian kredit PT BPR Intan Jabar di Kabupaten Garut pada tahun 2018 sampai 2021.
"PT BPR Intan Jaya sendiri merupakan anak Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (BJBR) atau Bank bjb," pungkasnya.***


Posting Komentar