Lebaran Salah Satunya Identik Dengan 'Rendang', Begini Asal Usulnya..
| Seorang IRT warga Sudajaya Cibeurem Kota Sukabumi, tengah mengolah menu khusus, Rendang, untuk perayaan Lebaran Idul Fitri 2024. *poto eko |
Sukabumi, tanganmedia.com - Rendang adalah salah satu kuliner paling populer di Indonesia, bahkan makanan ini sempat di tasbihkan sebagai makanan paling lezat di dunia dan popularitasnya meningkat pesat dengan budaya merantau masyarakat Minang, Sumatera Barat.
Tak ayal, rendang menjadi makanan yang di gemari seluruh lapisan masyarakat, ada satu hal lagi yang khas dari masakan Padang ini, ternyata rendang identik dengan Islam, terutama di hari besar atau perayaan umat Islam seperti Lebaran.
Dikutip dari Wikipedia, rendang memiliki posisi istimewa di budaya masyarakat Minang dan memiliki filosofi tersendiri yaitu musyawarah dan mufakat, yang berangkat dari empat bahan pokok melambangkan keutuhan masyarakat Minang.
Secara simbolik, dagiang sapi melambangkan "niniak mamak" atau para pemimpin suku adat, karambia atau kelapa melambangkan "cadiak pandai" atau kaum Intelektual, lado cabai melambangkan "alim ilama" atau tegas mengajarkan syariat agama, dan pemasak atau bumbu, melambangkan keseluruhan masyarakat Minangkabau.
Dalam tradisi Melayu, rendang menjadi hidangan istimewa yang kerap disajikan dalam kenduri khitanan, ulang tahun, pernikahan, barzanji, atau hari-hari besar keagamaan, seperti Idul Fitri dan Idul Qurban.
| Menu olahan Rendang Daging Sapi untuk persiapan Hari Raya Idul Fitri. *poto eko |
Rendang menjadi makanan khusus di hari raya Idul Fitri dan telah menjadi salah satu pilihan utama masyarakat muslim di Indonesia bahkan dunia sebagai makanan yang kerap ada di hari Lebaran, begitu pun menjadi pilihan menu saat mengolah daging kurban hari raya Idul Adha.
Menurut hikayat Amir Hamzah, rendang disebut dalam kesusastraan Melayu klasik, membuktikan bahwa rendang sudah dikenal dalam seni masakan Melayu sejak 1550-an (pertengahan abad ke-16), dan kelahiran rendang tak luput dari pengaruh beberapa negara.
Misalnya bumbu-bumbu dari India diperoleh melalui para pedagang Gujarat, India, hal ini dibuktikan dengan tampilan rendang yang diaduk terus-menerus sehingga identik dengan warna hitam dan tidak memiliki kuah.
Dan yang lebih istimewa yaitu, rendang ini dikenal dan tersebar luas jauh melampaui wilayah aslinya berkat budaya merantau Minangkabau untuk bekerja atau berniaga, berwirausaha membuka Rumah Makan Padang di seantero Nusantara, bahkan meluas ke negara tetangga hingga Eropa dan Amerika.***


Posting Komentar