DPD Partai Golkar Tetapkan RK Sebagai Cagub, ini Penjelasannya..
| Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ade Ginanjar |
Bandung, tanganmedia.com - DPD Partai Golkar Jawa Barat (Jabar) menetapkan Ridwan Kamil sebagai calon tunggal Gubernur Jabar pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar November 2024 mendatang.
Politisi senior Partai Golkar Jabar, Ade Ginanjar menyebut, Ridwan Kamil memiliki peluang besar untuk meraih kemenangan kedua kalinya dalam kontestasi Pilgub Jawa Barat periode 2024-2029.
"Kang Emil itu hanya perlu menentukan sosok pendamping sebagai wakil gubernur yang kompeten dan berpengalaman," kata Ade Ginanjar yang juga merupakan Wakil Ketua DPRD Jabar.
Lebih lanjut, Ade Ginanjar menuturkan, ada dua sosok calon yang kompetensinya paling memadai untuk mendampingi Kang Emil, mereka adalah, mantan Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, dan ketua DPD PDI Perjuangan Jabar, Ono Surono.
Bima Arya dinilai punya segudang pengalaman baik bidang organisasi masyarakat sebagai akademisi maupun di pemerintahan," ujarnya, Selasa (7/5/24).
"Sedangkan Ono Surono dinilai sangat berpengaruh di tengah masyarakat Jabar, Ono sebagai Anggota DPR dapil 12 dianggap mampu mendongkrak suara nantinya," sambungnya.
Meski demikian, DPD Partai Golkar, diketahui hungga saat ini masih terus melakukan seleksi sosok pendamping Kang Emil yang nantinya akan di daftarkan sebagai Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar.
"Terlepas dari dua nama tokoh yang dinilai pantas mendampingi Kang Emil, keputusan dan kebijakan tersebut tidak terlepas dari DPD Partai Golkar Jabar dan DPP Partai Golkar, kita tunggu saja nanti," ungkapnya.
"Bisa saja nanti ada nama baru yang kemudian dianggap lebih pantas untuk mendampingi Kang Emil," tambahnya.
Ada sejumlah syarat yang ditetapkan Golkar untuk diusung menjadi Calon Wakil Gubernur, antara lain memiliki chemistry kuat atau rasa saling memahami serta komunikasi yang lancar dengan Ridwan Kamil.
"Jadi tidak hanya dilihat dari siapa mereka, akan tetapi dia harus bisa saling melengkapi satu sama lainnya, dan intinya harus sesuai kriteria dari Golkar dan Kang Emil," pungkasnya.***


Posting Komentar